RSS

Selamat datang di situs Indro


1_298100551s.jpg

“MEMBANGUN DAERAH KALIMANTAN BARAT DARI KETERTINGGALAN”

“Pertumbuhan ekonomi di daerah merupakan hal yang sangat penting di perhatikan, dengan ekonomi yang bagus akan mewujidkan masyarakat yang sejahtera oleh sebab itu peran pemerintah sangat penting di dalam mewujudkan perekonomian yang tinggi serta dukungan masyarakat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi”

Dalam membangun daerah pemerintah dapat melakukan beberapa cara dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang baik seperti:

1. Reformasi Administrasi Keuangan

Dalam mewujudkan ekonomi yang tinggi, pemerintah daerah harus mempunnyai metode di dalam melaksanakan pembangunan daerah, salah satunya adalah Reformasi Administrasi Keuangan (RAK). Pelaksanaan RAK haruslah mempunyai konsep dan landasan yang kuat di dalam mewjujudkan RAK, seperti:
A. Pemerintah harus membuat payung hukum dalam mereformasi keuangan daerah.
B. Pengelolaan PAD secara rasional
C. Mengembangkan aspek ketatalaksanaan
D. Mengembangkan aspek kelembagaan.

Jika kita bercermi dengan Provinis Gorontalo, Gorontalo merupakan salah satu provinsi yang sukses di dalam mengelola Administrasi Keuangan Daerah. Maka kita dapat belajar bagaimana cara mengelola Administarai Keuangan Daerah dengan baik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengelola Administrasi Keuangan Daerah dengan baik dapat mewjujudkan terciptanya penyelengaraan pemerintah daerah yang baik pula.

2. Kerjasama Antar Pemerintah Daerah

Kerjasama antar pemerintah daerah (intergovernmental cooperation) merupakan terobosan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, di era otonomi sekarang kerjasama antar pemerintah daerah telah menjadi kebutuhan penting saat ini, jika di cermati banyak persoalan-persoalan pemerintah daerah yang tidak dapat ditanggani sendiri, oleh sebab itu perlu adanya kebijakan publik (policy network) dan manajemen publik (intergovernmental management).

Konsep “kolaborasi horizontal” yang menggambarkan kerjasama antar pemerintah daerah (intergovernmental alliances) telah diterapkan di berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, Kanada, dan beberapa negara industri baru dalam rangka pembangunan daerah mereka. (Yeremias T. Keban : 2007)

Di Indonesia membina hubungan antar pemerintah daerah telah diatur di dalam UU yaitu Nomor 22 Tahun 1999, sejak tanggal 1 Januari 2000 yang kemudian di revisi melalui UU Nomor 32 Tahun 2004. Seperti yang sudah diterapkan oleh pemerintah Kalimantan Barat berupa Kerjasama Inter-Regional SINGBEBAS (Singkawang-Bengkayang-Sambas).

Kerjasama ini merupakan upaya ketiga pemerintah daerah untuk mensinergikan pola pembangunan di wilayah SINGBEBAS dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembangunan secara menyeluruh untuk menghindari pemborosan sumber daya dan anggaran maupun persaingan tidak sehat. (Mira Sophia Lubis : 2006)

Adapun bentuk-bentuk kerjasama kerjasama yang dilakukan oleh ketiga pemerintah ada beberapa sektor yaitu pertanian, perdagangaan, dan pariwisata. Kegiatan perekonomian yang dominan di kota Singkawang adalah sektor perdagangaan, hotel dan restoran, di sektor pertanian khususnya peternakan, potensi kota Singkawang cukup dominan untuk menjadi penghasil ternak utama di wilayah Kalimantan Barat, khususnya ayam petelur dan daging.

Kondisi alam yang sangat beragam menjadikan wilayah kabupaten Sambas kaya akan akan berbagai potensi sumber daya alam seperti kayu, rotan, maupun sumberdaya kelautan, sedangkan wilayah pantai yang indah sangat potensial untuk mengembangkan sektor pariwisata. Wilayah pesisir bagian selatan dan timur di prioritaskan bagai pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, dimana komoditas jeruk, padi, kelapa sawit, kelapa, tebu dan karet memiliki potensi sebagai produk unggulan dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi dan memiliki peluang pasar yang cukup luas. Di kota Pemangkat (kota kedua terbesar di kabupaten Sambas) terdapat Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat (PPNP) yang merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Kalimantan Barat.

Sedangkan di kabupaten Bengkayang, secara geogerafis memiliki batas langsung dengan negara tetangga Malaysia, bahkan kegiatan perekonomian di kawasan perbatasan telah berlangsung sejak lama antar penduduk Bengkayang dan penduduk Malaysia di desa-desa yang saling berbatasan. Kondisi alam yang beragam dan curah hujan yang cukup menjadikan wilayah ini potensial bagi perkembangaan pertanian dan perkebunan. Di sektor pertanian, masyarakat banyak mengembangkan komoditi jagaung, dengan luas sekitar 10.00 Ha menjadi salah satu pemasok terbesar untuk pakan ternak di Singkawang maupun Sambas. Kondisi sumber air bersih yang melimpah di pegunungan kabupaten Bengkayang selain untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat bengkayang, juga menjadi potensi kerjasama antar wilayah mengingat langkanya air bersih di Singkawang dan Sambas, mengingan kedua wilayah ini Singkawang dan Sambas menghandalkan PDAM sebangai penyuplai utama air bersih bagi masyarakat, sedangkan PDAM tidak dapat memyuplai secara optimal air bersih kepada masyarakat, terbukti sering macetnya bahkan sering matinya ledeng (saluran air bersih dari PDAM) sehingga masyarakat sangat kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Oleh sebab itu ketiga pemerintah daerah harus dapat bekerjasama di dalam menyelesaikan persoalan-persolalan yang ada di masyarakat.

Kerjasama Inter-Regional SINGBEBAS sangat baik untuk mewujudkan pertumbuhan perekonomian di tiga wilayah, apakah kerjasama Inter-Regional SINGBEBAS ini sudah efektif dan efisien ??? itu tergantung pada pemerintah dan masyarakat serta dukungan semua pihak.

3. Kerjasama Pemerintah Daerah Dengan Investor

Proses globalisasi dapat membawa dampak positif dan dampak negatif, salah satu dampak positifnya dalah berupa kerjasama pemerintah daerah dengan investor dalam mengembangkan dan mewujudkan perekonomian daerah.
Ada beberapa keuntungan yang didapatkan ketika investor datangnya menanamkan modalnya di daerah seperti:
a. Pemerintah mendapatkan inkam (pendapatan) dari investor berupa pajak
b. Transformasi teknologi
c. Tranformasi ilmu
d. Penyerapan tenaga kerja
e. Yang terpenting adalah perjanjian MOU pemerintah daerah dengan para investor harus lah menguntungkan pemerintah daerah dan masyarakat.

Kerjasama pemerintah kabupaten Sambas dengan investor asing sangat baik dalam mewujudkan pertumbuhan perekonomian kabupaten Sambas, kerjasama yang memprioritaskan pembangunan Paluh dan Sajingan (palsa) merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pemerintah Sambas dalam meningkatkan perekonomian Sambas. Tetapi pemerintah kabupaten Sambas juga jangan melupakan rakyat kecil dan kerjasama membangun palsa jangan sampai merusak lingkungan harus sesuai dengan AMDAL. Pemerintah juga harus memperhatikan UKM (Usaha Kecil Menengah) harus tetap berkembang, dan sandi-sandi perekonomian rakyat kecil jangan di hambat apalagi tutup. Pemerintah harus memperhatikan UKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satu caranya adalah menjadikan hasil-hasil yang diproduksi oleh UKM menjadi komoditi ekspor, dengan meningkatnya volume perdagangan dari UKM dapat mewujudkan masyarakat sejahtera.

By. Indro Dwi Haryono, S.IP

Email : indro_netjogja@yahoo.com

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on April 11, 2007 in Artikel